Home » , , , , , , , » Asal mau cium MERAH PUTIH : PemerintahsiapkanProgram Transmigrasi Exs.Gafatar

Asal mau cium MERAH PUTIH : PemerintahsiapkanProgram Transmigrasi Exs.Gafatar

Posted by Alnindo News on Kamis, 28 Januari 2016

Jakarta, Menteri Desa Percepatan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar mengatakan, pihaknya siap untuk mengikutkan dan menyiapkan lahan transmigrasi bagi bekas pengikut Gafatar. Namun, Marwan menegaskan bekas pengikut Gafatar ini nantinya tidak boleh mengkhususkan diri.

"Saya prinsipnya kalau mereka mau transmigrasi oke. Saya sediakan semua lahan, semua proses harus diikuti. Tidak ada namanya transmigrasi itu ekslusif kelompok itu thok. Harus berbaur dengan masyarakat, eksklusifisme itu tidak bisa dimunculkan kembali," ujar Marwan Jafar saat ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (28/1/2016).

Sebagian besar bekas pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merupakan warga yang ikut dalam program transmigrasi. Pemerintah menegaskan para bekas pengikut Gafatar ini bisa kembali tergabung dalam program transmigrasi, tapi ada syaratnya.

Marwan mengatakan, para bekas pengikut Gafatar yang hendak ikut program tramsigrasi ini juga harus bisa 'menormalkan' diri. Mereka harus memegang teguh prinsip NKRI dan Pancasila.

"Yang penting bagi saya adalah soal NKRI dan Pancasila harus clear. Kalau NKRI dan Pancasila tidak clear, tidak akan saya berangkatkan," kata Marwan.

Syarat lainnya menurut Marwan adalah mereka harus memiliki rasa cinta Tanah Air dan berjanji tidak akan membentuk kelompok yang bisa mengarah pada pembentukan negara.

"Iya dong. Jadi ini kan ada pembinaan unsur keagamaan oleh Kemenag, pembinaan unsur sosial dari Kemensos, biar dibina dulu. Karena pada dasarnya yang mereka lakukan itu membuat negara dalam negara. Itu kan enggak boleh. Mereka punya struktur negara tersendiri. Ada presiden, bahkan ada menteri-menteri, bahkan ada nabinya, kan enggak boleh. Makanya saya bilang, kalau NKRI dan Pancasila itu enggak clear, enggak akan saya berangkatkan. Saya juga mendorong pada kepolisian dan penegak hukum supaya aktor intelektualnya ditangkap. Enggak bisa begini terus. Ini negara dalam negara. Kalau mereka menganggap kita ini toghut, mereka kita anggap sebagai bughot (pemberontak)," jelas Marwan.

Marwan menjamin, pemerintah bisa menyiapkan lokasi yang cukup bagi para eks Gafatar yang tidak punya rumah untuk kembali.

"Kalau lokasi banyak. Mau di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi enggak ada persoalan. Kalau lahan ada semua. Persoalannya itu tadi, ideologi harus clear dulu. Pokoknya betul-betul dia harus mencium Merah Putih (bendera), cinta NKRI dan menghormati Pancasila. Harus itu," kata Marwan.

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics