Home » , , , , , , , » Handy Talky masih Banyak dicari dan digemari

Handy Talky masih Banyak dicari dan digemari

Posted by Alnindo News on Rabu, 20 Januari 2016

HANDY TALKY ?, Tentu semua masih ingat, sempat muncul tren penggunaan radio komunikasi berupa Handy Talky (HT), untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang radiusnya terjangkau. Bahkan penggunaan HT sendiri dulu sempat seperti kita chating atau video call seperti saat ini, dan sempat menjadi seperti jejaring sosial seperti saat ini.

Semakin lama semakin bergeser trennya, dengan munculnya handphone sebagai alat komunikasi yang lebih fleksibel dan lebih mudah dibawa ke mana-mana. Apakah HT Menghilang ? Jawabannya tidak, bahkan semakin banyak penggunanya. Hanya saja penggunaan HT lebih ke arah profesi pengguna.

Menurut mulya, salah satu Pemilik toko Elektronik yang menjual HT, pengguna HT masih tetap ada. “Masih banyak yang mencari HT, kebanyakan mereka yang bekerja di lapangan,” ujar Mulya.

Untuk siapa saja atau dari instansi mana, Mulyadi tidak mengetahui persis hanya saja yang pasti para pengguna HT ini adalah orang-orang yang sering bekerja di lapangan. “Kalau instansinya saya kurang tahu persis, hanya saja yang banyak itu mereka yang bekerja di lapangan, seperti di perkebunan. Selain itu untuk kebutuhan entertain seperti pihak Event Organizer juga sering ambil HT di sini,” ujar pria keturunan ini.

Selain kebutuhan perkebunan dan EO, banyak juga yang membeli HT untuk memenuhi kebutuhan pihak keamanan di kantor-kantor. “Mereka juga sering beli HT untuk kebutuhan satpam kantornya,” tambah Mulyadi.

Memang benar, penggunaan HT sangat cocok digunakan untuk komunikasi dua arah, khususnya yang berada di lapangan dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Menurut Mulyadi, rata-rata jarak HT berkisaran 2 KM, tergantung dengan kondisi medan dan wilayah. “Jaraknya rata-rata 2 KM, tapi bisa diupgrade lagi sesuai kebutuhan,” ujar Mulyadi.

Alat komunikasi yang mengandalkan sinyal frekuensi seperti radio ini memang sangat efektif digunakan orang-orang yang bekerja di lapangan. Selain tidak repot membawanya, HT tidak menggunakan pulsa dalam penggunaannya, tidak seperti handphone yang dapat memakan pulsa. Ditambah lagi dengan jarak yang tidak terlalu jauh, HT cenderung lebih efisien digunakan.

Dapat dikatakan, penjualan HT termasuk kategori tinggi. Mulyadi mengatakan, penjualan HT dapat mencapai level maksimal dari 20 sampai 30 unit dalam 1 bulannya. Ini menandakan pengguna HT semakin banyak.

“Peningkatan ini juga pengaruhnya kebutuhan mereka akan komunikasi di lapangan, apalagi yang bekerja di perkebunan, apalagi Jambi punya banyak perkebunan, jadi butuh banyak HT untuk berkomunikasi,” ujarnya.

Untuk harga sendiri, Mulyadi menyampaikan harga per-unit untuk HT sendiri beragam, tergantung kualitas dan merk produknya. “Paling banyak itu yang ada di pasaran produk-produk buatan Cina, bahkan di Jakarta ada ratusan merk HT yang bersebaran, karena dengan mengambil 1.000 unit, importir sudah bisa membuat merk mereka sendiri. Selain itu masih banyak juga produk-produk jepang dan dari negara lain yang kualitasnya lebih baik seperti ICOMM yang sampai sekarang masih diproduksi di Jepang serta Motorola yang diproduksi di Malaysia,” ujar Mulyadi.

Kisaran harga HT ini mulai dari 700 ribuan sampai dengan angka jutaan rupiah. “Kalau yang murah itu biasanya produk-produk Cina seperti yang saya bilang tadi, kalau yang ICOMM itu kisarannya Rp 1250000. Yang mahal itu  Motorola, bisa kisaran 2 juta sampai 3 juta rupiah,” ungkapnya.

berikut contohnya HT Motorola yang paling laku :


Motorolla CP-1660



Berikut ini Contoh untuk HT ICOM v-80 yang paling laku :


 HT Icom V-80


Selain menjual HT, Mulyadi juga menyediakan service untuk HT. Mulyadi mengatakan, banyak yang datang untuk service HT dan tidak sedikit juga yang datang hanya minta tolong cek kondisi HT. “Banyak yang service di sini, karena rata-rata mereka langganan dan sudah sering ambil HT di sini, tapi kadang ada jugayang hanya ingin cek kondisi kerusakan di mananya, dan cenderung tidak melakukan service, padahal melakukan pengecekan dan melihat kerusakan HT itu sulit dan rumit,” ujarnya dengan wajah yang sedikit lesu.

Tentang spare part yang sering dicari pengguna HT, Mulyadi mengaku sering melayani mereka yang mencari baterai dan antena untuk HT. “Antena dan baterai untuk HT itu yang sering dicari pengguna HT, selain karena kerusakan mereka juga upgrade antena untuk menambah jarak,” ujar Mulyadi.

Tapi Mulyadi mengatakan, tidak selamanya dengan mengganti antena yang lebih panjang dapat menambah kekuatan sinyal. “Sebenarnya semakin pendek kabel yang digunakan itu semakin bagus sinyalnya,” ujarnya.

Melihat tingginya angka pesanan dan service terhadap HT ini sendiri, menandakan masih banyak pengguna HT dan masih banyak yang mencari HT. Hal ini terjadi karena kebutuhan orang-orang akan komunikasi, khususnya bagi mereka yang membutuhkan alat komunikasi yang efektif dan efisien untuk di lapangan.


Toko HT Rekomendasi : Alnindo

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics