Home » , , , , , , , , » Kemiskinan membuat kedua pria ini menjadi korban.

Kemiskinan membuat kedua pria ini menjadi korban.

Posted by Alnindo News on Sabtu, 30 Januari 2016

Jakarta, Ifan Sofyan (18) dan Edi Midun (39) sebenarnya tak mau menjual ginjal. Tapi kemiskinan yang mendera membuat keduanya terpaksa mengambil pilihan itu. Ifan, terjerat utang Rp 3 juta, sedang Edi Rp 35 juta. Belum lagi ada anak istri yang mesti dinafkahi, bayar kontrakan, dan segenap tuntutan hidup lainnya.

Ifan bekerja serabutan sedang Edi sopir angkutan umum yang pendapatannya tidak menentu. Lama memikirkan, akhirnya pada Agustus 2015 lalu kedua pria itu mengambil jalan pintas. Mereka mengontak AG yang dikenal di kampung mereka sebagai calo ginjal alias orang yang mau membeli ginjal dengan harga puluhan juta rupiah.

Puluhan juta rupiah, bagi kedua orang ini adalah uang yang sangat banyak, walau sebenarnya harga ginjal itu sampai ratusan juta rupiah.

AG akhirnya mengontak dua pria ini. Harga disepakati Rp 70 juta. Kedua pria ini dibawa ke lab di Bandung untuk dites kesehatan dan dicek apakah cocok dengan para pembeli ginjal. Prosesnya cepat, setelah itu kedua pria ini dibawa ke Jakarta. Keduanya tentu dalam waktu yang berbeda operasinya tapi masih dalam jangka waktu pertengahan 2015.

Di rumah sakit di Jakarta, rumah sakit yang terkenal itu Edi dan Ifan naik meja operasi. Selama beberapa hari setelah dioperasi keduanya dirawat dan kemudian diantar pulang. Uang puluhan juta pun dibawa pulang.

Baik Edi dan Ifan tak sadar, apa yang mereka lakukan melanggar hukum. Kemiskinan membuat kedua pria ini menjadi korban. Saat ditemui di rumah mereka, Jumat (29/1) baik Edi dan juga Ifan menyesal telah melakukan tindakan jual ginjal. Mereka mengaku terpaksa karena keadaan. Tambah lagi ada AG dan kelompoknya yang menawari membeli ginjal.

Seorang penyidik menyebutkan, komplotan AG ini memanfaatkan kemiskinan warga. Ada banyak warga yang kena bujuk rayu untuk menjual ginjal. AG bersama rekannya D menjadi perekrut, sedang HS yang nego dengan pembeli. Tapi mungkin ada dugaan pihak medis terlibat. Proses operasi dan menghubungkan pembeli dan calo tentu ada yang menjembatani. Polisi sendiri belum sampai ke pihak medis. Kabarnya pekan depan baru akan bergerak menyisir rumah sakit dan tenaga medis.

Kembali ke soal kemiskinan, soal jual ginjal ini bukan semata penegakan hukum. Pemda mesti bertindak. Pemberdayaan masyarakat harus dilakukan agar masyarakat sejahtera. Jangan sampai mengambil jalan pintas menjual ginjal yang melanggar UU Kesehatan.

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics