Tips mengatasi Penyakit Suzuki Satria F150

Posted by Alnindo News on Kamis, 21 Januari 2016

SUZUKI SATRIA F150, beberapa masalah yang paling menyedot perhatian otolovers salah satunya adalah Cepat panas, dan dua pantangan lain yang tak luput dari sorotan otolovers pengguna F150 terbaru, Berikut ulasannya :




1. Satria F150 Cepat Panas,  Solusinya?

Pemilik Suzuki Satria F150 pasti pernah merasakan mesin tunggangannya terasa begitu cepat panas, sampai-sampai terasa di kaki. Hal ini biasanya terjadi saat kendaraan melaju dengan kecepatan rendah atau saat macet-macetan.

Supriyadi, mekanik dari Mahkota Inti Sejahtera, dealer resmi Suzuki Indonesia yang berada di Margonda, Depok, mengatakan bahwa hal ini tidak terlepas dari sistem pendingin F150 yang mengandalkan aliran udara. Pemilik Suzuki Satria F150 pasti pernah merasakan mesin tunggangannya terasa begitu cepat panas, sampai-sampai terasa di kaki. Hal ini biasanya terjadi saat kendaraan melaju dengan kecepatan rendah atau saat macet-macetan.

"Iya benar cepat panas. Karena sistem pendinginnya bergantung pada aliran udara yang masuk ke sirip oil cooler. Sehingga kalau pelan, tiupan udara berkurang dan suhu mesin cepat panas," ujarnya.

Untuk diketahui, fungsi oli cooler memang untuk menjaga suhu oli saat mesin panas. Oil cooler ini menjangkau seluruh mesin, dan melewati celah antara piston dengan dinding silinder. Untuk mengatasi masalah ini, tentu F150 tidak boleh dikendarai dengan kecepatan rendah. Kalaupun memang terpaksa, misalnya saat kondisi macet, maka solusinya tetap menggunakan di oli yang tepat.

"Solusinya tergantung oli juga, kalau FU150 rekomendasi pabrik memang yang SAE 10-40 itu lebih encer ", tutupnya.

2. Dua Pantangan Pengguna Suzuki Satria F150 Baru

Menurut Buku Panduan, ada dua pantangan yang harus dilakukan pemilik baru Suzuki Satria F150. Keduanya adalah tidak membawa beban berlebih pada kendaraan, serta tidak menggeber sepeda motor pada kecepatan tinggi.

Menurut Supriyadi, " apa yang tercatat di Buku Panduan benar adanya. Itu logis. Agar lebih awet, dan mesin berumur panjang," ujarnya.

Ia kemudian mencontohkan, bahwa jika beban berlebih, maka sangat mungkin kopling terbakar. "Kalau tidak salah bobot maksimal per bannya itu 60 kg," tambahnya.

Kemudian soal kecepatan tinggi. Dalam Buku Panduan, disebutkan bahwa bukaan gas harus disesuaikan dengan jarak tempuh kendaraan. Untuk Satria F150 yang pemakaiannya belum sampai 500 km, maka bukaan gas tidak boleh lebih dari setengah.

Sementara itu, sebelum motor sampai ke 1.600 km, maka bukaan gas maksimal tiga perempat. Di atas itu, barulah bukaan gas dapat dilakukan dengan maksimal, meskipun tetap tidak boleh terlalu lama.

"Ini juga logis untuk menjaga keawetan. Meskipun sebetulnya saat dites, baik di pabrik atau dealer, motor sebenarnya sudah digeber habis-habisan," tambahnya.

Selain dua poin di atas, Supriyadi mengingatkan bahwa pemilik Satria F150 anyar juga harus tetap melakukan servis rutin. "Yang penting juga 500 km pertama ganti filter oli. Perawatan rutin," tutupnya.


Otomania

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics