Home » , , , , , » Beralih dari GAS 3Kg ke GAS Bumi, Pengusaha ini hemat biaya hingga 1 juta

Beralih dari GAS 3Kg ke GAS Bumi, Pengusaha ini hemat biaya hingga 1 juta

Posted by Alnindo News on Rabu, 30 Maret 2016

ALNews - Kabar Surabaya, Ari Siswanto yang tinggal di di Kampung Lontong, Banyu Urip Lor, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya.  sang pedagang lontong di Surabaya telah beralih dari menggunakan LPG tabung ukuran 3 kg ke gas bumi Selama dua tahun terakhir. Hal tersebut membuat Ari bisa hemat Rp 1 juta/bulan.

"Saya sudah dua tahun ini menggunakan gas bumi yang disalurkan melalui pipa. sebelumnya saya selalu menggunakan gas subsidi dari pemerintah yang 3kg," kata Ari. (30/3/2016).

"ketika menggunakan LPG 3 kg sehari bisa menghahabiskan 3-4 tabung, itu sekitar Rp 70.000-an per hari. Artinya kalau sebulan untuk biaya bahan bakar masak lontong saja saya habis Rp 2 juta lebih per bulan," tambahnya.

Sejak beralih menggunakan gas bumi yang dipasok oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Ia dalam sebulan hanya membayar tagihan Rp 1 juta. Selama menggunakan gas bumi dari PGN, dirinya tidak pernah mengalami kendala, kondisi ini juga dirasakan oleh pedagang lontong lainnya di kampung lontong.

"Dua tahun pakai gas bumi PGN tidak pernah ada kendala, teman-teman yang lain juga merasakan yang sama. Gas bumi aman, hemat, dan bersih, kami tidak pernah ada keluhan sama sekali," ungkapnya lagi.

Selain itu, memasak dengan gas bumi, lontong yang dihasilkan kualitasnya jauh lebih baik, karena api yang dihasilkan merata.

"Kalau pakai LPG, ketika gas ditabung habis dan harus ganti, kompor mati, panas yang dihasilkan jadi turun dan membuat lontong lembek, tapi dengan gas bumi suplai gas tidak berhenti, lontong yang dihasilkan bagus," tambahnya.

Dia berharap, ke depannya seluruh pedagang lontong di Kampung Lontong mendapatkan pasokan gas bumi dari PGN.

"Harapan saya untuk PGN ke depannya, masih ada beberapa teman dari komunitas saya ini belum pakai gas bumi. Jadi memang ada informasi bahwa akan ada gelombang ke-2 yang akan diteruskan ke Kampung Lontong ini. Harapan saya seperti itu, teman-teman yang belum bisa masak pakai gas PGN bisa dipasang jaringan gas bumi juga seperti kita," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Area PGN Surabaya, Dian Kuncoro menambahkan, sebenarnya di Surabaya, PGN tidak hanya mensuplai gas bumi bagi para pedagang Kampung Lontong saja, tetapi ada juga Kampung Kue, ada usaha laundry, dan banyak lagi.

"Kami tentunya senang sekali, bila gas bumi yang dipasok ke pelanggan kami khususnya di Kampung Lontong hingga Kampung Kue memberikan dampak besar bagi pelanggan, salah satunya bisa berhemat dan usahanya tambah berkembang," ungkap Dian.

Dian menegaskan, PGN berkomitmen terus menambah jaringan gas bumi khususnya di Jawa Timur. Sampai saat ini lebih dari 20.200 pelanggan di Jawa Timur telah menikmati gas bumi dari PGN.

Seperti di Surabaya terdapat 14.955 rumah tangga pakai gas bumi dari PGN, kemudian ada 142 Usaha Kecil Menengah (UKM), dan 192 pelanggan komersil (rumah sakit, restoran, hotel, mal), serta 163 industri pakai gas bumi dari PGN. Adapun di Sidoarjo terdapat 4.486 pelanggan dan Pasuruan 269 pelanggan.

"PGN juga terus mengembangkan infrastruktur pipa gas bumi khususnya di wilayah Jawa Timur. Saat ini pipa gas PGN di Surabaya sepanjang 493 km, di Sidoarjo 313 km, Pasuruan sepanjang 189 km," tutup Dian.

Adapun secara nasional PGN memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 6.980 km, ini setara dengan 76% pipa gas bumi hilir nasional. PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 107.000 rumah tangga, lebih dari 1.850 pelanggan komersial (rumah sakit, mal, pusat belanja, hotel, dan lain-lain), industri dan pembangkit listrik lebih dari 1.520 pelanggan.

Penyaluran gas bumi PGN ini tersebar di berbagai daerah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara hingga Sorong Papua.

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics