Home » , , , , , , , » Lomba makan ayam KFC berujung MAKAN korban jiwa

Lomba makan ayam KFC berujung MAKAN korban jiwa

Posted by Alnindo News on Senin, 14 Maret 2016


ALNews - Jakarta, Freedi Djajadi (39) tewas diduga tersedak ayam saat mengikuti lomba makan ayam KFC berhadiah Rp 5 miliar. Polisi masih melakukan penyelidikan.

Lomba yang seharusnya menggembirakan ini malah berujung celaka. Menurut Ahli Nutrisi dan Teknologi Pangan, Prof. Dr. Made Astawan, MSc tersedak bisa terjadi kepada siapa saja yang mengonsumsi makanan apapun secara terburu-buru.

"Tersedak itu karena buru-buru makan. Siapa saja kalau tersedak bisa meninggal kalau tidak segera dapat penanganan. Tidak mesti karena ayam, orang tersedak nasi goreng saja bisa meninggal," ujar Astawan saat diwawancarai media, Minggu (13/3/2016) malam.

Freedi tewas usai menyantap 3 potong sayap ayam KFC secara cepat karena memang dalam peraturannya, siapa yang tercepat menghabiskan ayam tersebut maka akan menjadi pemenang.

Dalam aturannya juga disebutkan peserta hanya diperbolehkan minum air putih dalam kondisi mendesak.

Saat tersedak, Freedi sempat diberi pertolongan dengan diberi air putih lalu dibawa ke klinik terdekat. Namun sayang, nyawanya tak tertolong.

Astawan menilai semestinya setiap peserta diizinkan minum untuk mendorong sebagian makanan agar tidak sampai tersedak. Juga sudah seharusnya, panitia menyediakan tim medis selama perlombaan berlangsung.

"Bahaya makan cepat-cepat seperti itu. Lomba-lomba makan seperti itu kalau di luar negeri harus diikuti orang yang profesional dan tetap diawasi oleh dokter. Nah, ini enggak tahu ada pengawasnya atau tidak," terangnya.

Menurutnya, panitia sudah benar dalam mengharuskan setiap peserta menandatangani surat keterangan sehat. Akan tetapi, hal itu juga harus diikuti dengan pengawasan yang benar-benar selama perlombaan berlangsung.

Pasalnya, lomba makan cepat ini tidak hanya membutuhkan keterampilan tetapi juga kondisi tubuh yang benar-benar prima. Apabila peserta terlihat kelelahan atau tidak sedang dalam kondisi optimal, maka panitia seharusnya bisa langsung menegurnya.

"Betul sudah ngisi formulir yang mengharuskan peserta harus dalam keadaan sehat. Tapi tetap harus didampingi tim medis saat lomba, kalau ada gejala-gejala enggak enak ya harus ditangani. Sebelum lomba juga harus dipastikan lagi sehat atau enggak, bergadang atau enggak," lanjut Guru Besar IPB ini.

"Harusnya ada tim medis supaya bisa bertindak. Kalau enggak ada, kecolongan. Dalam setiap perlombaan ahrus ada tim medis dong," ujarnya.


KFC Tetap Normal

Kontes maut tersebut rupanya tak mengganggu operasional KFC. Suasana di gerai KFC Taman Semanan tampak tetap ramai dikunjungi pembeli. Store Manager KFC Taman Semanan, Tuti Herawati, mengatakan tidak ada dampak penurunan pengunjung.

"KFC Taman Semanan tetap buka seperti biasanya. Saat kejadian, ada tiga orang yang mengikuti lomba. Lomba ini diadakan setiap hari, selama ada peserta yang mendaftar. Kecuali pada hari Sabtu atau Minggu dan hari libur Nasional, itu tidak ada," urai Tuti di gerai KFC Taman Semanan, Cengkareng, Jakarta Barat Minggu (13/3/2016).

Atas kejadian ini, PT Makmur Usaha Fobe Inko (O2 ACCION) menyatakan bertanggung jawab atas wafatnya seorang peserta Freedi. Penyelenggara juga memutuskan untuk menghentikan lomba tersebut.

Polisi pun sudah menggelar olah TKP dan menyita sejumlah barang bukti. Pada Jumat (11/3) lalu, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Taufik Ikhsan menyebut pihaknya mengamankan barang bukti berupa piring, sisa tulang ayam, air minum milik korban serta rekaman video dari salah satu penonton.

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics