Home » , , , , , , , , » Star Syndrom Hantui StartUp Lokal

Star Syndrom Hantui StartUp Lokal

Posted by Alnindo News on Jumat, 29 April 2016

Teknologi Internet - Iklim startup di Indonesia terbilang bagus. Namun bagi startup yang baru melesat, bisa diterpa cobaan lupa diri yang justru bisa merusaknya.

Hal tersebut diutarakan aktor sekaligus CEO Layaria Dennis Adishwara saat berbincang dengan media di beberapa waktu lalu. Menurutnya, banyak orang yang melihat jadi entreprenuer di startup adalah solusi supaya dapat uang cepat.

Begitu mendapatkan uang dari investor, bukannya untuk mengembangkan startupnya, malah digunakan untuk hura-hura. Mereka lupa bahwa uang dari investor itu tidak sama dengan menang undian.

"Uang dari investor itu harus dipertanggungjawabkan. Diberikan untuk keberlangsungan perusahaan dan pastinya harus memberikan keuntungan bagi investor itu sendiri," tegas Dennis.

Layaria sendiri memiliki sejumlah investor. Sayang Dennis tidak mau menyebutkannya. Namun ia mengatakan dana investasi yang diterima Layaria digunakan untuk pengembangan. Mulai dari edukasi hingga pengembangan produk.

Pria yang terkenal lewat lakonnya sebagai Mamet di film 'Ada Apa Dengan Cinta?' itu turut pula mengingatkan bahwa jangan asal mencari dan menerima investor. Baiknya mencari investor yang tak sekadar mampu mengucurkan dana, tapi dapat menjadi mentor.

"Baiknya memilih investor yang bisa sevisi. Mau ngasih waktu untuk memberikan panduan. Jadi timbang-timbang, apakah mereka akan memandu atau malah akan menjadi budaknya doang," tegasnya.

Perlu juga memastikan apa yang akan ditawarkan ke publik memang dibutuhkan. Banyak startup gagal pada satu dua tahun pertamanya karena baru menyadari apa yang ditawarkan belum atau tidak dibutuhkan saat ini.

"Agar dapat bertahan sering melakukan riset ke market. Tanya ke mereka apa yang ditawarkan memang dibutuhkan. Hasilnya bisa jadi pivot. Tapi harus teliti dulu validitasnya," terang Dennis.

Star Syndrome

Masalah lupa diri juga menjadi batu sandungan kesuksesan para pembuat konten video online. Kesuksesan dan ketenaran kerap membuat mereka terjangkit star syndrome.

Menurut Dennis, ketika terkena star syndrom dapat mengubah perilaku seseorang. Alih-alih membuat maju, hal tersebut malah akan merusak diri sendiri.

"Dulu gue pernah star syndrome. Bukannya untung, malah apes. Ketika ada masalah, nggak ada orang yang mau bantu, karena gue orangnya rese juga," kenang pria kelahiran 14 September ini.

Karenanya ia getol mengingatkan nasihat golden role ke seluruh rekan dan pembuat konten yang berada di Layaria.

"Perlakukan orang lain dengan baik, supaya kamu diperlakukan dengan baik juga. Tapi kalau memperlakukan orang dengan jahat, kamu akan dijahatin," kata Dennis.

Selain itu, pria lulusan IKJ ini mengingatkan para pembuat konten video online untuk rajin ekspolorasi dan tidak gampang pasrah pada keadaan.

"Kesuksesan loe adalah hasil kerja keras dan kegigihan. Bukan rezeki yang datang tiba-tiba seperti di sinetron," tutup Dennis.

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics