Home » , , , , , » Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam 15 Bulan Terakhir

Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam 15 Bulan Terakhir

Posted by Alnindo News on Selasa, 03 Mei 2016

Kilas Global - New York, Harga emas makin berkilau. Logam mulia ini menyentuh level tertingginya kemarin, Senin (2/3/2016), naik di atas US$ 1.300 per ounce. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Januari 2015. Hingga saat ini, harga emas sudah naik 22%, mengalahkan saham, obligasi, dan aset lainnya.

Emas menunjukkan kekuatannya. Hal ini didorong oleh bergejolaknya bursa saham di Wall Street dan bursa saham di seluruh dunia. Harga emas kemudian stagnan seiring positifnya bursa saham Amerika Serikat (AS). Namun, emas kembali naik.

Jadi, apa yang membuat harga emas naik? Jawabannya adalah dolar AS. Pelemahan dolar AS baik bagi emas karena membuat logam mulia lebih murah bagi pembeli asing dan memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Emas Tetap Berkilau



Dolar AS merosot 2% terhadap mata uang global selama seminggu terakhir. Penurunan dolar AS ini berhasil mengangkat harga emas hingga 4% dalam rentang waktu tersebut.

Setelah bertahun-tahun menjadi mata uang yang kuat, Greenback belakangan terakhir loyo oleh ketidakpastian bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) dalam menaikkan suku bunganya dan pertumbuhan ekonomi AS mendekati 0%.

"Kami telah melalui kekuatan dolar yang begitu ekstrim," kata Axel Merk, pendiri Merk Investments dilansir CNN, Selasa (3/5/2016).

Dolar AS terperosok terhadap yen minggu lalu, setelah Bank of Japan mengejutkan investor dengan meluncurkan kebijakan stimulus baru.

Naiknya harga emas juga ditopang oleh merosotnya pasar saham. Pekan lalu, Indeks Dow Jones mengalami pelemahan terburuk sejak Februari 2016, sementara Nasdaq mencatat pelemahan dalam 7 hari berturut-turut.

Todd Salamone, Senior Wakil Presiden dari Penelitian di Schaeffer Investment Research, mengatakan dalam sebuah posting blog baru-baru ini bahwa "sekarang mungkin waktu" untuk menjual keuntungan di pasar saham dan meningkatkan portofolio di emas.

Naiknya harga emas membuat harga saham tambang seperti Newmont Mining (NEM) ikut terkerek. Saham Newmont melonjak hingga 90% tahun ini.

Tapi, apakah sudah terlambat untuk masuk ke emas mengingat lonjakan baru-baru ini?

Penguatan emas akhir-akhir ini perlu diwaspadai, bisa saja berbalik arah dan melemah. Hal ini disebabkan adanya kemungkinan The Fed akan melanjutkan rencana kenaikan suku bunganya dan dolar AS akan menguat.

Namun, Capital Economics melihat, harga emas bisa mencapai US$ 1.350 per ounce di akhir tahun ini dan kembali naik hingga US$ 1.400 pada akhir 2017.

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics