Home » , , , , , , , , , , » 5 Kesalahan Umum Orangtua Saat Melatih Anak untuk Hidup Sehat

5 Kesalahan Umum Orangtua Saat Melatih Anak untuk Hidup Sehat

Posted by Alnindo News on Rabu, 15 Juni 2016

Berita Harian Online Masakini - Tips Pola Hidup Sehat, Semua orangtua tentu ingin anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan sehat. Baik secara fisik maupun psikis. Menerapkan gaya hidup sehat sejak dini pun perlu dilakukan orangtua. Tapi tak dapat dimungkiri, mengajarkan hidup sehat pada anak bukanlah hal mudah.

Seringkali orangtua mengajarkan hal-hal yang justru membuat si anak takut atau malas menerapkan hidup sehat dalam keseharian. Psikolog anak Chitra Annisya, M.Psi., menjelaskan kesalahan umum para orangtua dalam melatih anak untuk hidup sehat.

1. Menakuti Secara Berlebihan
"Ada orangtua yang bilang, misalnya, 'kalau nggak mau makan nanti digigit gendruwo loh'. Itu justru membuat anak punya kecemasan berlebihan pada hal-hal yang tidak jelas," tutur Chitra, ditemui dalam konferensi pers HiLo School Drawing Competition 2016 di Chatterbox Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2017).

Melakukan suatu hal atas dasar 'takut' dan bukan kesadaran sendiri tidak akan membuat anak mengikuti gaya hidup sehat dalam jangka panjang. Tapi justru bisa membuat perkembangan emosionalnya terganggu.

2. Memaksa
Ketika anak tidak mau makan sayur, banyak orangtua yang memaksa dengan memarahi atau berbicara dengan nada tinggi. Bahkan mungkin ada beberapa orangtua yang memaksa untuk memasukkan makanan ke mulut sang anak. Menurut psikolog lulusan Universitas Indonesia ini, cara tersebut akan membuat anak trauma.

"Anak trauma dan makin tidak suka sayur," kata Chitra.

3. Mudah Menyerah
Menerapkan hidup sehat perlu dilakukan berulang-ulang agar menjadi sebuah kebiasaan. Seringkali orangtua menganggap usahanya tidak berhasil hanya dalam satu kali percobaan dan akhirnya menyerah. Chitra mengimbau para orangtua agar mau berusaha segigih mungkin dan mencoba semua metode yang memungkinkan dijalani.

"Anak-anak yang baru belajar makan sehat nggak cukup satu kali perkenalan langsung suka. Butuh beberapa kali perkenalan. Perlu coba satu-satu. Misalnya makanan ini tidak suka, coba makanan yang lain," tuturnya.

4. Tidak Konsisten
Melatih anak untuk hidup sehat perlu dilakukan terus-menerus, setiap hari, sehingga anak mau mengikuti pola hidup sehat tanpa ada paksaan. Bisa dimulai dari kegiatan ringan, misalnya mengajak lari pagi setiap Hari Minggu di sekitar kompleks rumah.

"Awalnya mungkin terasa berat bagi anak tapi kalau konsisten diajak akhirnya dia akan mau," jelas Chitra.

5. Memberi Gadget Sebagai 'Upah'
Sebaiknya hindari membiasakan anak makan sambil menonton TV. Hal ini membuat anak terbiasa makan dengan kehadiran gadget. Ketika tidak ada TV, maka besar kemungkinan anak tidak akan mau makan.

"Akibatnya anak hanya mau makan kalau ada TV. Jadinya orangtua yang dikontrol gadget," tambahnya.

Chitra juga mengimbau untuk tidak menjanjikan hadiah atau 'upah' sebagai imbalan karena sudah mau makan sehat atau berolahraga. Terlebih lagi jika ternyata orangtua tidak bisa memenuhinya. Anak akan kecewa dan tidak lagi percaya orangtuanya. Akibatnya di kemudian hari anak menjadi sulit patuh.

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics