Home » , , , , , , , , , , , , , , » CEO BukaLapak Ikuti Jejak Google, Amazon Masuk Indonesia Langsung di Telvon

CEO BukaLapak Ikuti Jejak Google, Amazon Masuk Indonesia Langsung di Telvon

Posted by Alnindo News on Jumat, 24 Juni 2016

'Google Dulu Berdarah-darah, Kita Jangan Kalah'

Berita Harian Online Masakini, Jakarta - Semangat wirausaha harus semakin digalakkan di Indonesia. Semangat untuk bersakit-sakit dahulu dalam membangun usaha sebelum menuai hasilnya. Itu yang diimpikan CEO BukaLapak, Achmad Zaky.

Menurutnya, perusahaan raksasa yang terkenal saat ini seperti Google juga dibangun dari nol. Banyak unicorn, istilah untuk startup dengan nilai lebih dari USD 1 miliar, dikembangkan dengan proses yang teramat sulit. "Google dulu berdarah darah," sebut Zaky.

Zaky menyatakan BukaLapak merasa punya tanggung jawab untuk menyebarkan nilai nilai entrepreneurship. Mereka sudah berinisiatif melakukan program sejuta UKM untuk berjualan di situsnya sampai kampanye film pendek di YouTube yang sukses menarik perhatian jutaan pemirsa.

Untuk membangun usaha, misalnya agar sukses berjualan di BukaLapak, memang perlu upaya. "Yang sukses ya yang kreatif. Paling gampang itu nurunin harga tapi bisa membunuh dirinya sendiri. Bisa dengan gambarnya dibagusin, pelayanan dibagusin dan orang-orangnya dibagusin," jelas Zaky.

Menurut Zaky, sangat penting menyebarkan virus entrepreneurship di masyarakat Indonesia. Bukan hanya untuk pedagang kecil atau UKM, tapi ke semua lapisan termasuk kepala daerah. Kegagalan itu adalah hal biasa, yang penting semangat pantang menyerah.

"Saya makin ke sini makin percaya bahwa yang paling penting itu proses menjalaninya. Its okay, usaha gagal tidak apa-apa. BukaLapak ingin masyarakat Indonesia bertransformasi untuk berani mengambil risiko dengan punya usaha," katanya lagi.

Zaky melanjutkan, untuk membangun usaha sendiri, masyarakat Indonesia harus punya mental seperti kecoa. Mental untuk bisa terus bertahan dalam kondisi sesulit apapun.

"Kecoa makan dari lumpur, kotoran, ada rezeki sedikit diambil, bersyukur. Kadang diinjek orang tapi tetap hidup," sebut Zaky.

Spirit semacam itu perlu dikembangkan saat membangun usaha. BukaLapak sendiri yang kini semakin sukses pun masih terus berjuang. Secara modal menurut Zaky, mungkin BukaLapak tak sebesar pemain lain. Tapi ia mengklaim, BukaLapak punya kreativitas.

Dengan makin banyaknya entreprenur, Zaky pun berharap suatu saat Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Pakai produk luar negeri tidak saya bilang salah. Tapi semoga generasi anak cucu bisa memakai produk sendiri, jadi bangsa yang kreatif, bukan hanya untuk Indonesia tapi juga masyarakat dunia. Itu bisa lahir dengan semangat entrepreneurship," pungkasnya.

==========

Amazon Masuk Indonesia, CEO BukaLapak: Saya Langsung Telepon Jeff Bezos

amazon.com
Industri e-commerce Indonesia kabarnya akan makin ramai dengan kedatangan pemain baru dari mancanegara. Setelah Alibaba yang asal China jadi pemilik baru Lazada, giliran retail online terbesar dunia, Amazon, dilaporkan segera masuk ke sini. Bagaimana tanggapan pemain lokal seperti BukaLapak?

"Saya sih udah nelepon Jeff Bezos, tapi nggak diangkat," canda CEO dan pendiri BukaLapak, Achmad Zaky, dalam acara buka bersama media di Jakarta, Kamis (23/6/2015). Jeff Bezos sendiri adalah CEO Amazon.

Tentang rencana masuknya Amazon, Zaky menyinggung sebagian masyarakat Indonesia kadang memiliki kesan kalau orang luar negeri selalu lebih baik. Berbagai opini juga menyebutkan, Amazon dianggap berpotensi mengalahkan pemain lokal.

Padahal tidak selalu demikian sehingga alangkah baiknya kalau kehadiran Amazon tak perlu direspons terlalu berlebihan. Zaky memilih menanggapi santai kedatangan Amazon ataupun pemain lain dari luar negeri.

"Kita malah senang karena ketika ada kompetisi dari luar, kita istilahnya masuk ke kelas unggulan. Kelasnya makin bagus. Sama kalau ada pemain bola tarkam ke liga nasional, atau dibawa ke Barcelona. Tentu mentalnya beda. Paradigma ini yang perlu dibangun. Kalau Amazon atau siapapun masuk, ya kita normal saja, biasa saja," sebut Zaky.

Zaky menambahkan memang tidak ada salahnya menggunakan produk luar negeri. Namun ia memiliki harapan agar generasi masa depan semakin banyak yang memakai produk buatan dalam negeri.

"Semoga generasi anak cucu bisa memakai produk sendiri, jadi bangsa yang kreatif, bukan hanya untuk Indonesia tapi juga masyarakat dunia. Itu bisa lahir dengan semangat entrepreneurship," pungkasnya.

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics