Home » , , , , , , , » Studi Sebut Pola Asuh Seperti Ini Rentan Bikin Anak Depresi

Studi Sebut Pola Asuh Seperti Ini Rentan Bikin Anak Depresi

Posted by Alnindo News on Kamis, 30 Juni 2016

ALNews, Jakarta, Masing-masing orang tua memiliki pola asuh tertentu yang diterapkan pada buah hatinya. Namun, baru-baru ini sebuah studi menyebut ada satu bentuk pola asuh yang rentan bikin anak depresi.

Penelitian yang diterbitkan online di Journal of Personality menemukan bahwa anak yang cenderung mendapat tekanan dari orang tua untuk bisa berprestasi di sekolah lebih rentan depresi. Hal ini terjadi pula karena ketika mendapat tekanan untuk lebih berprestasi, anak bisa mengalami ketakutan ketika dia tidak mencapai apa yang diinginkan orang tuanya.

Dalam studi ini, sebanyak 263 anak usia 7 tahun di SD di Singapura diamati selama 5 tahun. Hasilnya ditemukan orang tua yang memiliki harapan tinggi atas prestasi akademik anaknya di sekolah cenderung menunjukkan desakan agar si anak menapat nilai yang bagus. Atau, orang tua bisa bereaksi berlebih saat anak melakukan kesalahan, termasuk mendorong anak untuk fokus pada satu karier tertentu.

Menanggapi hal ini, Prof Ryan Hong dari National University of Singapore, mengatakan memang orang tua boleh-boleh saja mendorong sang anak untuk bisa berprestasi di sekolah. Namun, Prof Hong mengingatkan pentingnya orang tua untuk juga membiarkan anak berkembang sesuai kemampuannya.

"Ketika orang tua terlalu mendesak anak mendapat prestasi akademik terbaik di sekolahnya, anak bisa merasa bahwa apa yang mereka lakukan tidak pernah cukup. Mereka juga jadi takut ketika membuat kesalahan kecil dan menyalahkan dirinya karena tidak bisa menjadi sempurna," tutur Prof Hong, dikutip dari Woman's Day.

Kondisi seperti itu, lanjut Prof Hong seiring waktu bisa menimbulkan perilaku perfeksionisme maladaptif atau bentuk buruk dari perfeksionisme. Kondisi ini bisa merugikan anak karena meningkatkan risiko depresi, cemas, bahkan bunuh diri.

Sementara, Jane Lunnon dari Wimbledon High School berpendapat seharusnya orang tua bisa menerapkan keseimbangan dalam mengawasi anaknya, terutama kini dengan mudahnya mengakses informasi lewat sosial media. Lunnon mengatakan penting orang tua mengawasi anaknya, tapi beri juga mereka kesempatan untuk berkembang.

"Ketika anak dipaksa berkembang sesuai keinginan orang tua, bukan sesuai apa yang ia miliki, itu bisa menghalangi kemerdekaannya. Nantinya, mereka bisa jadi pribadi yang memberontak atau selalu protes dengan apa yang mereka terima. Anak juga lebih tertekan dan depresi," tutur Lunnon.

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics