Home » , , » 'Menabung' Sperma di Usia Muda, Mendesak atau Tidak?

'Menabung' Sperma di Usia Muda, Mendesak atau Tidak?

Posted by Alnindo News on Jumat, 19 Agustus 2016

Alnews - Jakarta, Fenomena menurunnya kuantitas dan kualitas sperma pria di berbagai belahan dunia mendorong wacana 'menabung' sperma di usia muda. Apalagi sudah banyak riset yang mengutarakan sperma pria berusia lanjut juga tidak bermutu.

Salah satunya diutarakan Mayo Clinic. Penelitian mereka mengungkap, keturunan dari pria berumur 40 tahun ke atas berisiko mengalami autisme, skizofrenia dan cacat lahir seperti achondroplasia. Ini karena ketika sperma menua, maka juga akan terjadi lebih banyak mutasi genetik sehingga menghasilkan bayi yang berisiko cacat sejak lahir.

Peneliti lain dari Institute of Reproductive Medicine, University of Munster, Jerman juga mengatakan, pria yang lebih tua dihadapkan pada kesulitan untuk menghasilkan keturunan. Sebab di usianya, motilitas atau pergerakan spermanya sudah tidak begitu lincah, begitu pula dengan jumlah sperma yang masih normal.

Namun apakah itu berarti pria muda perlu 'menabung' spermanya jika memang mereka belum berencana untuk menikah dalam waktu dekat? Seorang ahli urologi dan kesehatan reproduksi dari Weill Cornell Medical College New York, Dr Harry Fisch menganggap hal itu 'berlebihan'.

Ia mengakui jika studi tentang risiko memiliki anak di usia lebih tua memang ada. Namun menurutnya, risiko ini terbilang 'sangat kecil', termasuk kepada pria yang lebih tua.

Toh tidak ada data pasti yang mengungkapkan di usia berapa benih atau sperma seorang pria bisa memicu persoalan. "Apakah mulai usia 40 atau 50 atau berapa, tak ada yang tahu, jadi tidak jelas kapan pria harus menyimpan spermanya, misalkan," tuturnya seperti dilaporkan CNN.

Meski demikian ada pula pakar yang mengatakan 'menabung' sperma adalah keputusan yang bijak. Seperti halnya yang dikemukakan Alexey Kondrashov, ahli biologi dari University of Michigan. Dalam tulisannya di jurnal Nature, bila memang memiliki keturunan di usia lebih tua akan menimbulkan masalah kesehatan bagi si anak, maka menyimpan sperma di usia muda agar bisa digunakan nantinya adalah keputusan yang 'bijak'.

Hanya saja ia menegaskan keputusan ini bersifat individual. Berbeda dengan yang diungkapkan ahli bioetika dari Abertay University, Skotlandia. Sebab ia mengatakan bahwa menyimpan sperma di usia muda seharusnya dijadikan norma tersendiri, dan karena pernyataannya ini ia justru mendapat banyak kritikan dari rekan-rekan sejawatnya.


Di Indonesia sendiri, keberadaan bank sperma telah mendapat fatwa haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 2010 silam. Selain bertentangan dengan hukum agama Islam, mendonorkan dan/atau memperjualbelikan sperma juga dianggap mampu menimbulkan kekacauan asal-usul dan identitas anak.

"Mendirikan bank sperma juga haram," tambah pejabat Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI saat itu, Asrorun Niam Saleh.

Di sisi lain, bank sperma dikhawatirkan dapat menyebabkan kekacauan dalam pembagian harta warisan karena bukan dari keturunan langsung. 

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics