Home » , , , » Pentingnya Tes Genetik Bagi Pasangan yang Ingin Punya Anak

Pentingnya Tes Genetik Bagi Pasangan yang Ingin Punya Anak

Posted by Alnindo News on Senin, 08 Agustus 2016

ALNews - Jakarta, Memiliki momongan adalah salah satu anugerah terindah bagi pasangan suami istri. Namun ketika buah hati hadir ke dunia dengan kekurangan tertentu atau disabilitas, tentu butuh perhatian ekstra.

Penyebab anak lahir dengan kekurangan tersebut bisa dipicu banyak hal. Bisa karena ada komplikasi saat sedang mengandung atau bisa juga karena ada faktor genetik turunan dari orang tuanya. Oleh sebab itu praktisi kesehatan selalu menyarankan ibu hamil rutin mengecek kandungan agar bila ada kelainan bisa segera diketahui.

Untuk mengecek kondisi umumnya dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG), namun apabila ada kekhawatiran kelainan karena faktor keturunan bisa juga dengan tes genetik. dr Widya Eka Nugraha, konselor genetika dari RS Medika Dramaga mengatakan tes genetik ini terutama penting untuk pasangan yang anggota keluarganya mungkin diketahui punya penyakit bawaan langka.

"Misal pada kasus penyakit thalasemia. Ada orang mau nikah sama perempuan yang ternyata adeknya kena thalasemia, nah itu harus periksa genetik. Kenapa? Itu untuk memikirkan bagaimana ke depannya kira-kira kemungkinan keturunan mereka memiliki thalasemia berapa persen. Supaya nanti rencana jangka panjangnya lebih siap, lebih matang," kata dr Eka ketika ditemui pada seminar Indonesia Rare Disease di Casa Grande, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (7/8/2016).

Hanya saja disayangkan tren kesadaran dan kemauan orang tua untuk melalukan tes genetik ini di Indonesia masih sedikit. dr Eka mengatakan kadang orang malah jadi takut dengan hasil tes sehingga sengaja memilih untuk tidak melakukannya.

Padahal menurut dr Eka tujuan dari tes genetik bukan untuk menakut-nakuti. Terkadang ada kondisi bawaan yang bisa menimbulkan kecacatan namun sebetulnya bisa dicegah apabila diketahui dengan cepat melalui tes.

"Sebenarnya yang paling penting itu pada kasus-kasus yang bisa ditangani. Contoh ada penyakit namanya congenital adrenal hyperplasia yang sebenarnya nggak langka-langka banget, kariernya lumayan banyak, tapi begitu di dalam kandungan bisa diobati, anak lahir normal," kata dr Eka.

"Kalau nggak diobati anak ini lahir dengan kondisi ambigus genitalia atau yang biasa kita sebut kelamin ganda. Kan sayang," pungkas dr Eka.

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics