Home » » HATI-HATI SERANGAN MALWARE DI JEJARING SOSIAL

HATI-HATI SERANGAN MALWARE DI JEJARING SOSIAL

Posted by Alnindo News on Rabu, 30 November 2016

alnews


ALNEWS - Selama ini malware yang sering kali  menyerang komputer melalui browser atau perangkat komputer berbasis sistem operasi. Akan tetapi jejaring sosial juga bisa menjadi target serangan malware. 

Sebuah varian malware bernama locky bisa memanfaatkan celah dari Facebook dan LinkedIn,  lebih spesifik celah yang terletak pada pengolahan konten visual, jelas Tim peneliti dari perusahaan software Check Point.

Malware tersebut akan memasang trik sehingga browser pengguna mengunduh gambar atau foto dari Facebook atau LinkedIn yang mengandung kode berbahaya. Locky bisa mengakses sistem komputer pengguna dan menguncinya, jika sudah terunduh. User tidak dapat mengakses file-file dalam komputernya kecuali membayar tebusan dalam nominal tertentu. Mekanisme malware yang seperti ini diistilahkan ransomware. 

locky merupakan varian malware yang secara signifikan adalah jenis ransomware berbahaya. Biasanya locky disisipkan pada email berformat Word. Isi email itu ternyata merupakan virus berbahaya. Masuknya locky ke sistem jejaring sosial semacam Facebook dan LinkedIn adalah hal baru.

Hal tersebut harus segera diantisipasi, sebab aplikasi keamanan rata-rata percaya pada jaringan media sosial. Banyak juga orang yang tak khawatir ketika mengunduh file pada situs media sosial terkenal semacam Facebook.

Menurut Check Point, pihaknya sudah memberi tahu celah keamanan ini kepada Facebook dan LinkedIn sejak September lalu. Namun, dua perusahaan itu tak menjelaskan lebih jauh apakah telah membereskan celah yang ditemukan Check Point atau belum.

Saat dihubungi, juru bicara Facebook mengatakan laporan Check Point salah. Isu pada Facebook tak terkait ransomware, melainkan ekstensi Chrome yang buruk. Facebook mengklaim telah memblokir ekstensi Chrome yang dimaksud.

"Analisis itu tak benar. Tak ada hubungannya dengan locky atau ransomware lain pada Messenger atau Facebook. Kami menginvestigasi laporan tersebut dan menemukan isu pada ekstensi Chrome yang telah kami blokir hampir seminggu lalu," juru bicara Facebook menjelaskan. 
Sementara itu, dilain pihak LinkedIn belum memberikan komentar terkait isu yang sama.


Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics