Home » » SALAD RENTAN TERKONTAMINASI BAKTERI

SALAD RENTAN TERKONTAMINASI BAKTERI

Posted by Alnindo News on Selasa, 22 November 2016



ALNEWS - Salad cukup familiar bagi pelaku diet dan pola hidup sehat. Namun, dapat membuat tubuh rentan terkena infeksi bakteri jika terdapat kesalahan dalam pengolahannya.Kemasan salad yang terdiri dari sayuran daun bisa menjadi tempat subur berkembangbiaknya bakteri, seperti  E. coli  dan Salmonella yang dapat menyebabkan keracunan.

Menurut para ilmuwan, getah yang keluar dari dedaunan dapat membantu bakteri untuk bertahan hidup dan berkembang biak serta dapat menyebabkan bahaya potensial bagi kesehatan tubuh manusia.

Studi menunjukkan, Cairan atau getah  yang keluar dari daun yang rusak dapat meningkatkan pertumbuhan patogen 2.400 kali lipat dan meningkatkan kemampuan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Risiko bahaya akan meningkat, karena getah daun membuat bakteri menjadi begitu lekat pada daun, bahkan meski mencucinya, tidak bisa menghilangkan semua bakteri.
The Food Standards Agency menjelaskan, kasus keracunan makanan di Inggris setiap tahunnya lebih dari 500.000, termasuk 48.000 kasus yang disebabkan oleh buah, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Salmonella yang sering ditemukan di daun hijau yang terkontaminasi oleh kotoran hewan, dapat menyebabkan kram perut, demam, diare dan muntah-muntah.

Dr Primrose Freestone Pemimpin studi dari University of Leicester, menyarankan pembeli untuk mencuci semua daun dan memakannya secepat mungkin setelah membuka kantung atau plastik salad.
Beliau menambahkan, “Salmonella dapat tumbuh di permukaan yang lembab bahkan dalam air, bahkan ketika itu didinginkan. 

Telah terjadi sejumlah wabah yang berhubungan dengan produk salad segar yang terkontaminasi dengan Salmonella dan E. coli dalam beberapa tahun terakhir.”

Dr Kimon Andreas Karatzas, Asisten Profesor Mikrobiologi Makanan di University of Reading, mengatakan, "Konsumen tidak boleh lupa bahwa patogen bawaan makanan dapat mematikan. Salmonella dapat bertahan dan berkembang dalam produk segar seperti salad.”

“Namun, menghindari produk segar bukan solusi, sehingga akan lebih baik untuk membeli sayuran yang masih sangat segar lalu mencuci dengan baik sebelum Anda makan."

Menurut Julie Ashmore, dari Institut Ilmu dan Teknologi Pangan, mengatakan, "Anda tidak harus berhenti makan salad, cukup pastikan salad tersebut segar dan bersih.”


Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics