Home » » BANJIR DAN CUACA EKSTRIM MELANDA WILAYAH BIMA

BANJIR DAN CUACA EKSTRIM MELANDA WILAYAH BIMA

Posted by Alnindo News on Sabtu, 24 Desember 2016

alnews


ALNEWS - Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Bandar Udara Sultan Salahuddin Bima Darjono menjelaskan, berdasarkan perkiraan umum, cuaca buruk di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat, akan berlangsung lama hingga tiga bulan. Ini terjadi jika ada tekanan rendah (badai tropis atau Tropical Cyclone Yvette) yang bergerak cepat di selatan Bali atau sekitar Darwin dan Australia Barat. Kondisi tersebut merupakan pemicu yang dominan.

Pola arah angin dan kecepatan angin sekitar 3.000 feet bergerak menuju pusat tekanan rendah dan tekanan rendah di sekitar Darwin, Australia. Inilah yang kemudian memicu cuaca buruk karena adanya pusaran di selatan Pulau Bali, di mana terjadi belokan angin yang membawa masa udara basah. “Sehingga tumbuh dan terbentuk awan-awan convective atau awan Cumulonimbus yang menggumpal meluas di atas Bima,” Ungkap Darjono.

Pada hari Rabu kemarin , Bima dilanda banjir bandang. Meluapnya Sungai Padolo, Rabasalo, dan Nungga akibat curah hujan tinggi. Banjir merendam ribuan rumah di Bima. Sejumlah kendaraan mobil dilaporkan terhanyut.

Pada Jumat, 23 Desember 2016, banjir kembali datang menyusul hujan deras dan menyebabkan jembatan Penatoi, penghubung wilayah Raba dan Bima, terputus. Sedangkan jembatan Padolo, penghubung Kabupaten Bima dan Kota Bima, dipasangi police line karena retak. Listrik mengalami pemadaman kembali. Arah banjir tidak lagi datang dari Wawo, tapi juga dari arah Wera di utara. Kepala BPBD Kota Bima, H Syarafuddin mengatakan, banjir yang terjadi pada Jum'at siang itu kembali merendam 5 Kecamatan di Kota Bima.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan belum semua korban banjir di Bima mendapatkan bantuan. Distribusi bantuan terhambat banjir susulan. 

Dimana kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah makanan siap saji, air mineral, air bersih, pakaian, selimut, tenda, tikar, matras, pelayanan medis, dan obat-obatan. “Baru sebagian bantuan didistribusikan,” ucap Sutopo.

Sutopo mejelaskan BNPB sedang menyiapkan bantuan logistik untuk dikirim ke Bima. Ia mengatakan pengiriman akan dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan pesawat terbang dari Jakarta dan mengerahkan bantuan logistik dari Mataram. 

Beberapa wilayah di Kota Bima masih terendam banjir pada Jumat, 23 Desember, sekitar pukul 18.00 Wita. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Asa Kota dan Kecamatan Rasa Nae Barat. Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 1-1,5 meter.

Beberapa tempat yang dijadikan tempat pengungsian, seperti masjid dan bukit di Penaraga, Rite, Santi, Tambana, Dana Traha, Bukit Jatiwangi, Bukit Kosambo Mande, Soncotengge, Bukit Penatoi, dan Dorolonda. 


Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics