Home » » 8 Keunikan Pulau SOCOTRA, Pulau Dajjal Sekaligus Pulau Kebahagiaan

8 Keunikan Pulau SOCOTRA, Pulau Dajjal Sekaligus Pulau Kebahagiaan

Posted by Alnindo News on Kamis, 10 Agustus 2017

ALNEWS - Pulau Socotra, terletak di Samudra Hindia 80 km sebelah timur dari tanduk Afrika, somalia dan 380 km sebelah selatan Jazirah Arab. Pulau ini banyak dibicarakan karena sering disebut sebagai pulau neraka/pulau tempat dajjal di penjara. Meski isu dan berita tentang misteri dajjal dan hal buruk lainnya, Socotra ternyata memiliki keindahan dan rahasia di dalamnya. Bahkan pulau ini mendapat julukan sebagai pulau kebahagiaan yang diambil dari bahasa sansekerta "sukhadhra dvipa" yang berarti "pulau kebahagiaan".

Apa saja keindahan dan rahasia dari pulau socotra? mengapa pulau ini dijuluki "Pulau neraka" / "pulau dajjal"? kenapa juga disebut sebagai "pulau kebahagiaan"? misteri apa aja sih yang tersimpan didalamnya?

Untuk menuntaskan rasa penasaran Anda, yuk simak penjelasan keunikan sekaligus misteri dari pulau Socotra "Pulau Dajjal" berikut ini..

1. Pulau Yang Terpencil




Socotra adalah kepulauan kecil yang dalam bahasa arab disebut Suquthra, terletak 380 km sebelah selatan dari Jazirah arab dan 80 km sebelah timur dari tanduk benua afrika.

Pulau indah ini memiliki 3 pulau, yaitu pulau Samhah, Abd Al Kuri dan Darsa. Untuk pulau Socotra sendiri adalah pulau utama yang luasnya sekitar 3796 km persegi, dengan penduduk sekitar 40.000 jiwa. Pulau Socotra juga merupakan pulau terpencil di wilayah Asia dan Afrika.

Terdapat pegunungan Haghier dengan ketinggian 1.500 m dari permukaan laut, dan merupakan puncak tertinggi di pulau ini. Iklim di pulau ini dapat dikategorikan sebagai iklim koppen dengan suhu tahunan rata-rata di atas 18 derajat Celcius.

2. Pulau Sejarah


Asal mula nama Socotra sebenarnya diambil dari bahasa sansekerta, "sukhadhara dhiva" yang berarti "pulau kebahagiaan". Menurut catatan sejarah, ahli geografi asal Arab bernama Abu Muhammad Al-Hassan Al-Hamdani, menyatakan bahwa penduduk pulau Socotra telah memeluk Kristen pada abad 10 atau sejak tahun 52 setelah mahesi. Konon mereka juga mempraktekan ritual sihir hitam.

Pada tahun 1507, pelaut Portugis mendarat di pulau ini. Tujuan mereka adalah untuk menghentikan perdagangan Arab dari laut Merah ke Samudra Hindia. Selain itu juga untuk menghapuskan aturan-aturan Islam dalam perdagangan tersebut.

Namun, niat portugis untuk menghancurkan pedangan Arab tidak berjalan mulus, sebab penduduk setempat menentang mereka pada tahun 1511. 456 tahun kemudian pulau ini dikuasai oleh Kesultanan Mahra. Dan pada akhirnya, Pulau Socotra menjadi bagian dari Republik Rakyat Yaman Selatan hingga saat ini berubah menjadi Republik Yaman.

3. Memiliki Banyak Keanekaragaman Tumbuhan yang Unik



Keindahan "Dragon Tree Forest" yang menyejukan mata

Anda pasti tidak akan pernah menyangka, kalau pulau ini memiliki banyak tumbuhan yang unik dan langka. Jika Anda menginjakan kaki di pulau ini, Anda akan merasa berada di sebuah planet lain yang letaknya jauh dari bumi. Berbagai macam tumbuhan yang aneh, unik dan menarik hidup disini. Maka tidak heran jika pulau ini begitu terkenal akan eksotis dan kita diajak seperti kembali ke masa dimana para dinosaurus masih hidup. Menurut para ilmuwan yang menjadikan pulau ini unik dan langka akan floranya adalah karena karakter iklim, geologi dan letak geografisnya.


Icon dari pulau Socotra, "The Dragon Blood Tree" yang Eksotis
Gemuk-gemuk pohon disana ya

Terdapat 800 jenis tumbuh-tumbuhan, 293 diantaranya adalah flora endemik yang artinya tumbuhan tersebut hanya bisa ditemukan di pulau Socotra. Ada juga beberapa tumbuhan yang hampir punah hidup di pulau ini.

Tumbuhan dengan bentuk yang agak aneh seperti pohon Darah Naga (Dracanea Cinnabari) menjadi icon pulau ini. Menurut informasi getah pohon ini sering digunakan penduduknya sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Flora unik lainnya adalah tanaman raksasa Dorstenia, Dendrosicyos, pohon Delima Socotra (punica protopunica), dll.

4. Kaya Akan Hewan Unik dan Langka



Tidak hanya flora (tumbuhan), pulau socotra juga memiliki banyak hewan yang unik dan cantik namun belum pernah ditemukan di negara lain. Berbagai jenis spesies hewan unik hidup disini, di antaranya adalah spesies unggas, kepiting, hingga laba-laba yang langka.

Fauna disini juga bersifat endemik yang terdiri dari 90% jenis reptil, 192 spesies burung, dan 44 jenis unggas. Berdasarkan penelitian dari para ilmuwan, ada beberapa 22 titik area burung yang penting di pulau ini.

"Socotrapotamon socotrensis", kepiting ini menduduki puncak rantai makanan di sungai Socotra

 Ini jenis burung apa ya? ada di sebelah pantai barat Socotra
ini ayam atau burung ya
Chameleon lagi nyamar tuh


Untuk jenis unggas, terdapat spesies burung endemik seperti Socotra Sunbird Nectarinia Balfouri,Socotra Starling Onychognathus Frater, Socotra Sparrow Passer Insularis, dan Grosbeak Socotra Rhynchostruthus Socotranus.

Ada juga lho jenis burung yang memiliki suara merdu sehingga dijuluki sebagai "burung penyanyi socotra, incana". Kelelawar menjadi satu-satunya mamalia asli pulau socotra dan terdapat spesies endemik lainnya seperti terumbu karang socotra.

5. Memiliki Kekayaan Hayati

Besar banget gan lobster di pulau socotra

Tidak hanya memiliki kekayaan di daratan, laut Socotra juga memiliki kekayaan hayati yang melimpah dan sangat unik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, para ahli menyimpulkan karakteristik dari keanekaragaman hayati di laut Socotra merupakan gabungan antara wilayah samudera Hindia, laut arab, laut Merah dan Benua Afrika.

Keanekaragaman hayati ini meliputin 95% jenis siput unik yang tidak bisa Anda temukan di tempat lain. Dan terdapat 730 jenis ikan, 253 terumbu karang, 300 jenis kepiting, udang dan lobster hidup di laut Socotra.

Dengan kelangkaan dan keunikan flora dan faunanya, pulau Socotra sampai disebut-sebut sebagai "pulau Galapagos" di samudera Hindia. Bahkan orang mmenyebutnya sebagai "Pulau Neraka" atau "Pulau Alien". Hal tersebut karena flora dan fauna pulau Socorta termasuk endemik, yang artinya tidak bisa ditemukan di belahan bumi manapun.

6. Memiliki 40 ribu jiwa penduduk dengan Adat Istiadatnya yang unik



Penduduk di pulau socota

Meski dijuluki sebagai pulau alien, ternyata pulau Socotra memiliki 40 ribu jiwa penduduk yang hidup dan membuat pemukiman sendiri. Namun penduduk disana masih menyimpan banyak misteri, hal tersebut karena mereka masih sangat terisolasi dari masyarakat modern pada umumnya.

Film dokumenter yang disutradari dan diproduksi oleh Carles Cardelus ini memperlihatkan kehidupan adat istiadat penduduk pulau yang berjuang untuk melestarikan tradisi selama berabad-abad.

Carles menggambarkan kehidupan pulai ini melalui para penggembala kambing, nelayan hingga dukun.

Seperti yang dilansir oleh Daily Mail, Charles mengatakan, penduduk di sana kental akan budaya leluhur, kendati sekarang sudah mulai terpengaruh budaya modern.

"Beberapa tahun lalu nelayan tidak pernah menggunakan uang karena mereka menukarkannya dengan ikan. Kemudian kapitalis hadir di sana dan mengubah budaya mereka sangat cepat,” imbuhnya.

Penduduk disana juga sudah mulai mempercayakan kesehatan mereka pada dokter, mereka tidak lagi datang ke shaman atau dukun, meski beberapa orang masih mempercayai dukun sebagai pengobatan mereka. Kini budaya mereka berubah sangat cepat.

Mereka menyukai hal-hal baru. Sebagai contoh, banyak orang yang menjual pulau mereka untuk membeli mobil atau kapal yang lebih besar. Mereka semua senang dengan hal baru,” tambahnya.

Meski demikian, pulau Socotra masih belum memiliki hotel atau resort tradisional. Selain itu, penduduk disana masih sedikit yang bisa berbahasa Inggris.

7. Pulau yang Dilindungi

cantik banget ya pantai di socotra

Pada juli 2008, pulau ini ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan alam dunia. Oleh sebab itu UNESCO memberikan undang-udang perlindungan lingkungan untuk pulau ini. Sehingga tidak diperkenankan untuk dibangun fasilitas bagi pengunjung seperti hotel, restoran, dan bangunan lainnya meski pulau ini memiliki potensi tempat wisata yang luar biasa. Hal tersebut agar pulau Socotra terjaga keaslian alamnya.

8. Misteri Dajjal



Banyak orang berpendapat bahwa pulau Socotra adalah pulau dimana Dajjal dipenjarakan. Pendapat ini berdasar pada sebuah kisah Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan lewat Hadist. Berikut adalah isi dari Hadist Nabi yang diriwayatkan tersebut.

Fatimah binti Qais mengatakan, “Aku telah mendengar muadzin Rasulullah Shalla allahu ’alaihi wasallam memanggil untuk shalat. Aku pun pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah saw. Selesai shalat, Rasulullah saw naik ke atas mimbar. Nampak semacam bergurau Baginda sambil tertawa dan berkata: “Hendaknya masing-masing kalian tetap berada di tempat shalatnya""

Kemudian berkata: “Tahukah kalian, mengapa aku kumpulkan kalian?" Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu."

Rasulullah saw berkata lagi: “Demi Allah aku menyuruh kamu berkumpul di sini bukan ingin menakut-nakuti dan bukan kabar gembira. Aku ingin menceritakan kepada kamu bahwa Tamim Al-Dary adalah seorang Nasrani, kemudian dia datang menjumpaiku dan masuk Islam. Dia bercerita kepadaku tentang satu kisah tentang Dajjal”.

“Kisah yang dia ceritakan itu sesuai dengan apa yang telah aku ceritakan kepada kamu sebelumnya. Katanya dia bersama 30 orang temannya pergi ke laut dengan menaiki kapal. Angin kencang datang bertiup dan ombak besar membawa mereka ke tengah-tengah samudera yang luas.”

“Mereka tidak dapat mengarahkan kapalnya ke pantai sehingga harus berada di atas laut selama satu bulan. Akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau menjelang terbenamnya matahari.”

“Di pulau yang tidak berpenghuni itu mereka bertemu dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga tidak nampak mana kelamin dan duburnya.”

Mereka bertanya kepada binatang itu: “Makhluk apakah engkau ini?” Binatang itu menjawab: “Aku adalah Al-Jassasah.”

Mereka tanya: “Apa itu Al-Jassasah?”

Binatang itu hanya menjawab: “Wahai kelompok pria, pergilah ke tempat itu untuk menemukan pria macam ini, sesungguhnya dia pun ingin bertemu dengan kamu”.
Mereka pun pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh binatang itu. Di sana mereka menemukan seorang pria yang sangat besar dan tegap. Artinya mereka tidak pernah melihat orang sebesar itu. Dari tangannya sampai ke tengkuknya dikuatkan dengan besi, begitu juga dari lututnya sampai ke telapak kakinya.

Mereka bertanya: “Siapakah anda?”

Orang seperti raksasa itu menjawab: “Kamu telah mendengar cerita tentang aku. Sekarang aku pula ingin bertanya siapa kamu ini?”

Mereka menjawab: “Kami adalah orang Arab. Kami pergi ke laut naik kapal, tiba-tiba datang ombak besar membawa kami ke tengah-tengah samudera luas dan kami berada di lautan selama satu bulan. Akhirnya kami terdampar di pulau Anda ini”.

“Awalnya kami bertemu dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga kami tidak dapat mengenali jenis kelaminnya. Kami tanya siapa dia katanya Al-Jassasah. Kami tanya apa maksudnya dia hanya menjawab: “Wahai kelompok pria, pergilah ke tempat ini untuk menemukan pria macam ini, sesungguhnya dia pun ingin bertemu dengan kamu.”

“Itulah sebabnya kami datang ke tempat ini. Sekarang kami sudah bertemu dengan Anda dan kami ingin tahu siapa Anda sebenarnya.”

Makhluk yang sangat besar itu belum menjawab pertanyaan mereka terus saja mengajukan pertanyaan:
“Ceritakan kepadaku keadaan kebun kurma yang di Bisan (nama tempat di negeri Syam) itu.”

Mereka menjawab: “Kondisi apanya yang tuan maksudkan?” Orang besar itu menjawab: “Maksudku apakah pohon kurma itu berbuah?”

Setelah mereka menjawab bahwa pohon kurma itu berbuah, orang besar tadi berkata: “Aku takut pohon itu tidak berbuah.”

Orang besar itu bertanya lagi: “Ceritakan kepadaku tentang sungai Tabarah (Danau Tiberias).”

Mereka menjawab: “Tentang apanya yang tuan maksudkan?” Lelaki itu menjawab: “Maksudku airnya apakah masih ada.”

Mereka menjawab: “Airnya tidak susut.” Lelaki itu berkata: “Air sungai itu disangsikan akan kering.”

Akhirnya pria seperti raksaksa itu berkata: “Kalau begitu ceritakan kepadaku tentang Nabi Al-Amin itu, apa yang dia buat?” Mereka menjawab: “Dia telah berhijrah dari Makkah ke Madinah.”

Lelaki itu bertanya lagi: “Apakah dia diperangi oleh orang- orang Arab?” Mereka menjawab:” Ya, dia diperangi oleh orang-orang Arab.”

Lelaki itu bertanya lagi: “Kalau begitu apa pula tindakan dia terhadap mereka?” Mereka ceritakan bahwa Rasulullah saw telah mengembangkan dakwahnya dan sudah banyak pengikutnya. Orang besar itu berkata lagi: “Memang begitulah, padahal mereka beruntung jika taat kepadanya.”

Kemudian orang itu berkata: “Sekarang aku terangkan kepadamu bahwa aku adalah Al-Masih Dajjal. Nanti aku akan diberi izin keluar, lalu aku pun akan menjelajah dunia ini. Dalam waktu empat puluh malam sudah dapat aku jalani semua, kecuali Makkah dan Madinah yang aku tidak dapat memasukinya. Negeri Makkah dan Madinah dikendalikan oleh para Malaikat, maka aku tidak dapat menembusnya.”

Rasulullah saw menekankan tongkatnya di atas mimbar sambil berkata: “Inilah negeri yang tidak dapat dimasukinya itu, yaitu Madinah. Saudara-saudara sekalian apakah sudah aku sampaikan cerita ini kepada kamu?” Mereka menjawab: “Ya, sudah ya Rasulullah.”

Rasulullah saw berkata lagi: “Sesungguhnya hadits Tamim itu lebih meyakinkan aku lagi. Ceritanya itu sesuai dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu sebelumnya, yaitu tentang Makkah dan Madinah yang tidak dapat dimasuki Dajjal.”

“Hanya saja dia mengatakan di lautan Syam atau di laut Yaman. Dia dari arah timur. Dia dari arah timur,” kata Rasulullah saw sambil menunjuk ke arah timur.

Lewat hadist tersebut Nabi Muhammad SAW menyampaikan kabar bahwa Dajjal akan muncul dari arah timur Madinah. Dilihat dari letak, struktur geologis, berbagai flora-fauna dan keunikan alamnya, maka bisa dipastikan bahwa hadist yang menyatakan Dajjal dikurung di pulau tersebut memang benar adanya. Ditambah hadist Nabi tersebut merupakan hadist yang shahih, yang terjamin ke asliannya.

Namun ada pendapat lain kalau pulau Socotra bukan pulau dajjal, ini karena pulau tersebut dihuni oleh manusia. Sedangkan pada Hadist nabi tertulis “Di pulau yang tidak berpenghuni itu mereka bertemu dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga tidak nampak mana kelamin dan duburnya.” Atau mungkin pulau tersebut sudah dihilangkan dan dirahasiakan oleh Allah SWT.

Wallahua'lam.

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics