Home » » TEROBOSAN TEKNOLOGI PEMURNIAN AIR LAUT MENJADI AIR MINUM OLEH PARA ILMUWAN

TEROBOSAN TEKNOLOGI PEMURNIAN AIR LAUT MENJADI AIR MINUM OLEH PARA ILMUWAN

Posted by Alnindo News on Senin, 28 Agustus 2017

alnindohotnews

ALNEWS - Lawrence Livermore dan para peneliti di Northeastern University, telah mengembangkan pori-pori nanotube karbon yang dapat menyingkirkan garam dari air laut. Mereka juga menemukan bahwa permeabilitas air di nanotube karbon (CNTs) dengan diameter lebih kecil dari nanometer (0,8nm).

Menurut kabar yang diketahui, bahwa nanotube memiliki struktur rongga yang terbuat dari atom karbon dalam susunan yang unik dan 50 ribu kali lebih tipis dari rambut manusia. Permukaan nanotube super halus ini bertanggungjawab atas permeabilitas air yang sangat tinggi, sementara ukuran pori-pori yang kecil menghalangi ion garam yang berukuran besar. 

Kemampuan batuan untuk dapat meloloskan satu macam fluida apabila terdapat dua macam fluida disebut Permeabilitas, dalam kasus ini air dan ion garam pada air laut. 

Teknologi yang dikembangkan saat ini dapat memanfaatkan pengembangan membran dengan pori-pori khusus yang meniru protein biologis selektif yang sangat efisien. "Kami menemukan bahwa nanotube karbon dengan diameter lebih kecil dari nanometer menghasilkan fitur struktural utama yang memungkinkan peningkatan transportasi. Saluran hidrofobik yang sempit ini memaksa air untuk mentranslasi dalam susunan file tunggal, sebuah fenomena yang serupa dengan yang ditemukan pada pengangkut air biologis yang paling efisien," ungkap Ramya Tunuguntla, seorang peneliti postdoctoral LLNL (Lawrence Livermore National Laboratory).

Suatu terobosan yang dicapai oleh tim LLNL adalah menggunakan nanotube berdiameter kecil yang diberikan dorongan kinerja yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. "Studi ini mengungkapkan rincian mekanisme transportasi air dan menunjukkan bahwa manipulasi rasional dari parameter ini dapat meningkatkan efisiensi pori-pori," ungkap Meni Wanunu, seorang profesor fisika di Northeastern University.

Peneliti utama LLNL di proyek CNT Alex Noy, mengatakan karbon nanotube adalah platform unik untuk mempelajari transportasi molekuler dan nanofuidics. Penemuan oleh ilmuwan LLNL dan rekan memiliki impilkasi yang jelas bagi teknologi pemurnian air generasi berikutnya. 

 

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics