Home » » UNGKAP PENELITIAN BULU BURUNG BISA LACAK POLUSI UDARA

UNGKAP PENELITIAN BULU BURUNG BISA LACAK POLUSI UDARA

Posted by Alnindo News on Jumat, 13 Oktober 2017

alnindohotnews

ALNEWS - Burung kecil yang memiliki perut berwarna putih dan berdagu putih yang bernama Horned larks. Masa 100 tahun yang lalu ketika AS terkena polusi asap, bulu burung tersebut berubah menjadi pucat atau abu-abu gelap.

Menurut kabar yang diketahui, sebuah studi telah menunjukkan bahwa bulu dari burung Horned larks dapat digunakan untuk melacak jumlah karbon hitam di udara dari waktu ke waktu. Para peneliti juga menemukan bahwa udara pada awal 1900-an bahkan lebih tercemar daripada yang diperkirakan.

“Perubahan pada bulu burung ini memungkinkan kami untuk melacak jumlah karbon hitam di udara dari waktu ke waktu, dan kami menemukan bahwa udara pada pergantian abad bahkan lebih tercemar daripada yang dipikirkan ilmuwan sebelumnya,” ungkap Shane DuBay, seorang mahasiswa pascasarjana di The Field Museum dan University of Chicago dan salah satu penulis studi tersebut.

Para peneliti mengatakan, burung-burung tersebut bertindak sebagai filter udara yang bergerak di sekitar lingkungan. Untuk mengukur perubahan dalam 'sootiness' selama bertahun-tahun, para peneliti menggunakan metode baru, yaitu memotret burung dan mengukur cahaya yang tercermin dari burung.

Jumlah burung-burung yang di foto berjumlah lebih dari seribu dan semuanya berasal dari 5 spesies yang berkembangbiak di Rust Belt serta memiliki banyak bulu putih pada tubuhnya.
Seorang sejarawan yang bernama Carl Fuldner, foto yang berfokus pada citra lingkungan, bekerja dengan DuBay untuk mengembangkan sebuah metode untuk menganalisis foto-fotonya. Mereka merencanakan jumlah cahaya yang memantul dari bulu burung sesuai dengan tahun burung-burung dikumpulkan.

“Perubahan pada burung mencerminkan usaha, pertama di tingkat kota namun akhirnya berkembang menjadi gerakan nasional untuk mengatasi masalah asap,” ungkap Fuldner.
Menganalisis karbon hitam di atmosfer dapat membantu ilmuwan mempelajari perubahan iklim. "Kami tahu karbon hitam adalah agen perubahan iklim yang hebat, dan pada pergantian abad, tingkat karbon hitam lebih buruk dari perkiraan sebelumnya," tambah DuBay. 


 

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics