Pangandaran dan Aceh Gempa Hampir Bersamaan, di Awal Tahun 2019

Posted by Alnindo News on Kamis, 03 Januari 2019

ilustrasi-gempa/alnindonews.com

ALNews, Jakarta - Awal tahun 2019 terjadi Gempa dalam waktu yang hampir bersamaan, dua gempa terjadi pada Selasa malam (1/1/2019).

Dikutip dari akun twitter resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi di Barat Daya Banda Aceh. Gempa berkekuatan 5,1 SR ini terjadi pada pukul 18.55 WIB. BMKG mencatat gempa ini berpusat di laut, 93 km Barat Daya Banda Aceh dengan kedalaman 14 km. Meski pusat gempa berada di laut, BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami. 

Embedded video

"#Gempa Mag:5.1, 01-Jan-19 18:55:00 WIB, Lok:5.47 LU,94.49 BT (93 km BaratDaya BANDAACEH-ACEH), Kedlmn:14 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG," tulis akun @infoBMKG.
Sedangkan gempa kedua terjadi di wilayah Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Menurut BMKG, gempa berkekuatam 5 Skala Richter (SR) ini terjadi pada pukul 19.25 WIB.
Pusat gempa berada di laut, 327 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 10 km.
BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

"#Gempa Mag:5.0, 01-Jan-19 19:25:33 WIB, Lok:10.62 LS,108.46 BT (327 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG," tulis akun @infoBMKG.

Embedded video

Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG:
I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang
II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah.
Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.
XII MMI
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

(Sumber: Tribunnews.com/Daryono)

Thanks for reading & sharing Alnindo News

Previous
« Prev Post

Advertisement

alnindo electronics